KEBIJAKSANAAN
PEMERINTAH KANADA
Sejak awal kebijakan luar negeri
Kanada mengenai kesepakatan bersama dalam menangani permasalahan lingkungan
yaitu Protokol Kyoto mengalami sejumlah permasalahan. Permasalahan yang dihadapi
oleh pemerintah Kanada adalah ketidak mampuan mengurangi target emisi yang
diberlakukan oleh Protokol Kyoto. Apalagi Kanada sebagai sebuah negara yang
dalam menjalankan kebijakan luar negerinya memiliki tujuan yang sesuai
dengan apa yang menjadi kepentingan nasionalnya. Berkaitan dengan hal ini,
Kanada memiliki tujuantujuan serta upaya untuk mencapai
tujuan tersebut.
Adapun tujuannya yaitu
tetap berusaha meningkatkan dan memajukan perekonomian Kanada. Kanada juga
menginginkan adanya keseimbangan dalam menjalankan upaya serta usaha pengurangan
emisi di Kanada tetapi tidak mengesampingkan urusan mengenai perkembangan dan
kemajuan ekonomi Kanada. Karena hal ini merupakan sektor utama dan penting bagi
suatu negara. Kanada tetap menganggap bahwa kepentingan mengenai usaha memajukan
dan memperkuat perekonomian dalam negeri menjadi hal yang harus diutamakan dan
tidak bisa disepelekan, karena hal ini menyangkut kesejahteraan seluruh aspek
yang ada di Kanada. Halini dipertegas dengan kondisi perekonomian Kanada yang
lebih menunjukkan progres dari pada upaya pengurangan jumlah emisi. Dalam
alternatif pilihan yang dihadapi Kanada yakni antara memilih melanjutkan
atau memilih mengundurkan diri dari Protokol Kyoto. Disebutkan bahwa apabila
Kanada tetap meratifikasi Protokol Kyoto akan berdampak pada ketidak mampuan
Kanada dalam bersaing dengan negara negara penghasil energi, membayar
denda jika tidak mampu mencapai targetuntuk mengurangi emisi, menimbulkan
ketegangan antara pemerintah federal dengan pemerintah provinsi, sehingga
menjadikan kelumpuhan di sektor ekonomi Kanada, tetapi disisi lain mendapat
dukungan dari sejumlah kelompok atau organisasi yang concern terhadap lingkungan serta mendapatkan
pengakuan sebagai negara yang memiliki good
environmental citizen
Sedangkan apabila Kanada memilih
untuk keluar dari Protokol Kyoto maka keuntungan yang diperoleh adalah Kanada
terbebas dari segala konsekuensi atau hal buruk yang disebutkan sebelumnya
dan kepentingan nasionalnya bisa tercapai walaupun mendapatkecaman dari dunia
internasional dan sejumlah
environmental group
Berdasarkan hal tersebut, setelah
melalui usaha dalam meneliti dan menginvestigasi apa yang menjadi untung dan
rugi mengenai keputusan yang selayaknya diambil oleh Kanadaterkait Protokol
Kyoto merupakan pilihan Kanada untuk keluar dari Protokol Kyoto dirasa lebih tepat dari pada harus tetap
meratifikasi perjanjian tersebut. Ini dikarenakan lebih besarnya
keuntungan yang diperoleh Kanada apabila meninggalkan Protokol Kyoto.Sehingga
terjadilah sebuah keputusan yang menghasilkan kebijakan yaitu keluarnya
Kanada dari Protokol Kyoto
Sejak awal kebijakan luar negeri
Kanada mengenai kesepakatan bersama dalam menangani permasalahan lingkungan
yaitu Protokol Kyoto mengalami sejumlah permasalahan. Permasalahan yang dihadapi
oleh pemerintah Kanada adalah ketidakmampuan mengurangi target emisi yang
diberlakukan oleh Protokol Kyoto. Apalagi Kanada sebagai sebuah negara yang
dalam menjalankan kebijakan luar negerinya memiliki tujuan yang sesuai
dengan apa yang menjadi kepentingan nasionalnya.Berkaitan dengan hal ini,
Kanada memiliki tujuan tujuan serta upaya untuk mencapai
tujuan tersebut.
Adapun tujuannya yaitu
tetap berusaha meningkatkan dan memajukan perekonomian Kanada. Kanada juga
menginginkan adanya keseimbangan dalam menjalankan upaya serta usaha pengurangan
emisi di Kanada tetapi tidak mengesampingkanurusan mengenai perkembangan dan
kemajuan ekonomi Kanada. Karena hal ini merupakan sektor utama dan penting bagi
suatu negara.Kanada tetap menganggap bahwa kepentingan mengenai usaha memajukan
danmemperkuat perekonomian dalam negeri menjadi hal yang harus diutamakan dan
tidak bisadisepelekan, karena hal ini menyangkut kesejahteraan seluruh aspek
yang ada di Kanada. Halini dipertegas dengan kondisi perekonomian Kanada yang
lebih menunjukkan progres daripada upaya pengurangan jumlah emisi.Dalam
alternatif pilihan yang dihadapi Kanada yakni antara memilih melanjutkan
ataumemilih mengundurkan diri dari Protokol Kyoto. Disebutkan bahwa apabila
Kanada tetap meratifikasi Protokol Kyoto akan berdampak pada ketidakmampuan
Kanada dalam bersaing dengan negara negara penghasil energi, membayar
denda jika tidak mampu mencapai targetuntuk mengurangi emisi, menimbulkan
ketegangan antara pemerintah federal dengan pemerintah provinsi, sehingga
menjadikan kelumpuhan di sektor ekonomi Kanada, tetapi disisi lain mendapat
dukungan dari sejumlah kelompok atau organisasi yang
concern terhadap lingkungan serta mendapatkan
pengakuan sebagai negara yang memiliki good
environmental citizen
Sedangkan apabila Kanada memilih
untuk keluar dari Protokol Kyoto makakeuntungan yang diperoleh adalah Kanada
terbebas dari segala konsekuensi atau hal buruk yang disebutkan sebelumnya
dan kepentingan nasionalnya bisa tercapai walaupun mendapatkecaman dari dunia
internasional dan sejumlah environmental group
.Berdasarkan hal tersebut, setelah
melalui usaha dalam meneliti dan menginvestigasiapa yang menjadi untung dan
rugi mengenai keputusan yang selayaknya diambil oleh Kanadaterkait Protokol
Kyoto merupakan pilihan Kanada untuk keluar dari Protokol Kyoto dirasa lebih tepat dari pada harus tetap
meratifikasi perjanjian tersebut. Ini dikarenakan lebih besarnya
keuntungan yang diperoleh Kanada apabila meninggalkan Protokol Kyoto.Sehingga
terjadilah sebuah keputusan yang menghasilkan kebijakan yaitu keluarnya
Kanadadari Protokol Kyoto
Sejak awal kebijakan luar negeri
Kanadamengenai kesepakatan bersama dalam menangani permasalahan lingkungan
yaitu ProtokolKyoto mengalami sejumlah permasalahan. Permasalahan yang dihadapi
oleh pemerintahKanada adalah ketidakmampuan mengurangi target emisi yang
diberlakukan oleh Protokol Kyoto. Apalagi Kanada sebagai sebuah negara yang
dalam menjalankan kebijakan luar negerinya memiliki tujuan yang sesuai
dengan apa yang menjadi kepentingan nasionalnya.Berkaitan dengan hal ini,
Kanada memiliki tujuan tujuan serta upaya untuk mencapai
tujuan tersebut.
Adapun tujuannya yaitu
tetap berusaha meningkatkan dan memajukan perekonomian Kanada. Kanada juga
menginginkan adanya keseimbangan dalam menjalankan upaya serta usaha pengurangan
emisi di Kanada tetapi tidak mengesampingkan urusan mengenai perkembangan dan
kemajuan ekonomi Kanada. Karena hal ini merupakan sektor utama dan penting bagi
suatu negara.Kanada tetap menganggap bahwa kepentingan mengenai usaha memajukan
dan memperkuat perekonomian dalam negeri menjadi hal yang harus diutamakan dan
tidak bisa disepelekan, karena hal ini menyangkut kesejahteraan seluruh aspek
yang ada di Kanada. Halini dipertegas dengan kondisi perekonomian Kanada yang
lebih menunjukkan progres daripada upaya pengurangan jumlah emisi. Dalam
alternatif pilihan yang dihadapi Kanada yakni antara memilih melanjutkan
atau memilih mengundurkan diri dari Protokol Kyoto. Disebutkan bahwa apabila
Kanada tetapmeratifikasi Protokol Kyoto akan berdampak pada ketidakmampuan
Kanada dalam bersaingdengan negara negara penghasil energi, membayar
denda jika tidak mampu mencapai targetuntuk mengurangi emisi, menimbulkan
ketegangan antara pemerintah federal dengan pemerintah provinsi, sehingga
menjadikan kelumpuhan di sektor ekonomi Kanada, tetapi disisi lain mendapat
dukungan dari sejumlah kelompok atau organisasi yang
concern
terhadaplingkungan serta mendapatkan
pengakuan sebagai negara yang memiliki
good
environmental citizen
. Sedangkan apabila Kanada memilih
untuk keluar dari Protokol Kyoto makakeuntungan yang diperoleh adalah Kanada
terbebas dari segala konsekuensi atau hal buruk yang disebutkan sebelumnya
dan kepentingan nasionalnya bisa tercapai walaupun mendapatkecaman dari dunia
internasional dan sejumlah
environmental group
.Berdasarkan hal tersebut, setelah
melalui usaha dalam meneliti dan menginvestigasiapa yang menjadi untung dan
rugi mengenai keputusan yang selayaknya diambil oleh Kanadaterkait Protokol
Kyoto merupakan pilihan Kanada untuk keluar dari Protokol Kyoto dirasa
lebih tepat dari pada harus tetap
meratifikasi perjanjian tersebut. Ini dikarenakan lebih besarnya
keuntungan yang diperoleh Kanada apabila meninggalkan Protokol Kyoto.Sehingga
terjadilah sebuah keputusan yang menghasilkan kebijakan yaitu keluarnya
Kanadadari Protokol Kyoto
Sejak awal kebijakan luar negeri
Kanadamengenai kesepakatan bersama dalam menangani permasalahan lingkungan
yaitu ProtokolKyoto mengalami sejumlah permasalahan. Permasalahan yang dihadapi
oleh pemerintahKanada adalah ketidakmampuan mengurangi target emisi yang
diberlakukan oleh ProtokolKyoto. Apalagi Kanada sebagai sebuah negara yang
dalam menjalankan kebijakan luar negerinya memiliki tujuan yang sesuai
dengan apa yang menjadi kepentingan nasionalnya.Berkaitan dengan hal ini,
Kanada memiliki tujuan
–
tujuan serta upaya untuk mencapai
tujuan
tersebut. Adapun tujuannya yaitu
tetap berusaha meningkatkan dan memajukan perekonomian Kanada. Kanada juga
menginginkan adanya keseimbangan dalammenjalankan upaya serta usaha pengurangan
emisi di Kanada tetapi tidak mengesampingkanurusan mengenai perkembangan dan
kemajuan ekonomi Kanada. Karena hal ini merupakansektor utama dan penting bagi
suatu negara.Kanada tetap menganggap bahwa kepentingan mengenai usaha memajukan
danmemperkuat perekonomian dalam negeri menjadi hal yang harus diutamakan dan
tidak bisadisepelekan, karena hal ini menyangkut kesejahteraan seluruh aspek
yang ada di Kanada. Halini dipertegas dengan kondisi perekonomian Kanada yang
lebih menunjukkan progresdaripada upaya pengurangan jumlah emisi.Dalam
alternatif pilihan yang dihadapi Kanada yakni antara memilih melanjutkan
ataumemilih mengundurkan diri dari Protokol Kyoto. Disebutkan bahwa apabila
Kanada tetapmeratifikasi Protokol Kyoto akan berdampak pada ketidakmampuan
Kanada dalam bersaingdengan negara
–
negara penghasil energi, membayar
denda jika tidak mampu mencapai targetuntuk mengurangi emisi, menimbulkan
ketegangan antara pemerintah federal dengan pemerintah provinsi, sehingga
menjadikan kelumpuhan di sektor ekonomi Kanada, tetapi disisi lain mendapat
dukungan dari sejumlah kelompok atau organisasi yang
concern
terhadaplingkungan serta mendapatkan
pengakuan sebagai negara yang memiliki
good
environmental citizen
. Sedangkan apabila Kanada memilih
untuk keluar dari Protokol Kyoto makakeuntungan yang diperoleh adalah Kanada
terbebas dari segala konsekuensi atau hal buruk yang disebutkan sebelumnya
dan kepentingan nasionalnya bisa tercapai walaupun mendapatkecaman dari dunia
internasional dan sejumlah
environmental group
.Berdasarkan hal tersebut, setelah
melalui usaha dalam meneliti dan menginvestigasiapa yang menjadi untung dan
rugi mengenai keputusan yang selayaknya diambil oleh Kanadaterkait Protokol
Kyoto merupakan pilihan Kanada untuk keluar dari Protokol Kyoto dirasa
lebih tepat dari pada harus tetap
meratifikasi perjanjian tersebut. Ini dikarenakan lebih besarnya
keuntungan yang diperoleh Kanada apabila meninggalkan Protokol Kyoto.Sehingga
terjadilah sebuah keputusan yang menghasilkan kebijakan yaitu keluarnya
Kanadadari Protokol Kyoto
Sejak awal kebijakan luar negeri
Kanada mengenai kesepakatan bersama dalam menangani permasalahan lingkungan
yaitu Protokol Kyoto mengalami sejumlah permasalahan. Permasalahan yang dihadapi
oleh pemerintah Kanada adalah ketidak mampuan mengurangi target emisi yang
diberlakukan oleh Protokol Kyoto. Apalagi Kanada sebagai sebuah negara yang
dalam menjalankan kebijakan luar negeri nya memiliki tujuan yang sesuai
dengan apa yang menjadi kepentingan nasionalnya. Berkaitan dengan hal ini,
Kanada memiliki tujuan tujuan serta upaya untuk mencapai
tujuan tersebut.
Adapun tujuannya yaitu
tetap berusaha meningkatkan dan memajukan perekonomian Kanada. Kanada juga
menginginkan adanya keseimbangan dalam menjalankan upaya serta usaha pengurangan
emisi di Kanada tetapi tidak mengesampingkan urusan mengenai perkembangan dan
kemajuan ekonomi Kanada. Karena hal ini merupakan sektor utama dan penting bagi
suatu negara.Kanada tetap menganggap bahwa kepentingan mengenai usaha memajukan
dan memperkuat perekonomian dalam negeri menjadi hal yang harus diutamakan dan
tidak bisa disepelekan, karena hal ini menyangkut kesejahteraan seluruh aspek
yang ada di Kanada. Hal ini dipertegas dengan kondisi perekonomian Kanada yang
lebih menunjukkan progres dari pada upaya pengurangan jumlah emisi. Dalam
alternatif pilihan yang dihadapi Kanada yakni antara memilih melanjutkan
ataumemilih mengundurkan diri dari Protokol Kyoto.
Disebutkan bahwa apabila
Kanada tetap meratifikasi Protokol Kyoto akan berdampak pada ketidak mampuan
Kanada dalam bersaing dengan negara negara penghasil energi, membayar
denda jika tidak mampu mencapai target untuk mengurangi emisi, menimbulkan
ketegangan antara pemerintah federal dengan pemerintah provinsi, sehingga
menjadikan kelumpuhan di sektor ekonomi Kanada, tetapi disisi lain mendapat
dukungan dari sejumlah kelompok atau organisasi yang concern terhadap lingkungan serta mendapatkan
pengakuan sebagai negara yang memiliki
Sedangkan apabila Kanada memilih
untuk keluar dari Protokol Kyoto maka keuntungan yang diperoleh adalah Kanada
terbebas dari segala konsekuensi atau hal buruk yang disebutkan sebelumnya
dan kepentingan nasionalnya bisa tercapai walaupun mendapat kecaman dari dunia
internasional dan sejumlah
environmental group.
Berdasarkan hal tersebut, setelah
melalui usaha dalam meneliti dan menginvestigasi apa yang menjadi untung dan
rugi mengenai keputusan yang selayaknya diambil oleh Kanada terkait Protokol
Kyoto merupakan pilihan Kanada untuk keluar dari Protokol Kyoto dirasa lebih tepat dari pada harus tetap
meratifikasi perjanjian tersebut. Ini dikarenakan lebih besarnya
keuntungan yang diperoleh Kanada apabila meninggalkan Protokol Kyoto.Sehingga
terjadilah sebuah keputusan yang menghasilkan kebijakan yaitu keluarnya
Kanadadari Protokol Kyoto
MASALAH
POKOK PEREKONOMIAN KANADA
Sistem perekonomian
Kanada lebih condong ke KAPITALIS. Kapitalisme merupakan sistem ekonomi dan sosial
yang dianut suatu negara dimana dalam pengaplikasiannya cenderung ke arah
pengumpulan kekayaan oleh individu tanpa gangguan pemerintah. Negara memiliki
peranan yang kecil karena kegiatan ekonomi ditentukan oleh pasar sendiri.
Kebanyakan negara,
terutama negara maju sekarang ini menggunakan sistem ekonomi yang cenderung
kapitalis dengan peran negara yang minim. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan
tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik
modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham. Perekonomian pasar
bergantung pada paar (berbagai perusahaan) untuk menciptakan sebuah lingkungan
di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka
inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang
diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme
penawaran-permintaan.
Ekonomi Kanada sekarang
ini mendekati Amerika Serikat dengan sistem ekonomi berorientasi-pasar
(kapitalis), pola produksi, dan standar hidup yang tinggi. Di abad terakhir,
pertumbuhan luar biasa dalam produksi, pertambangan, dan sektor pelayanan telah
mengubah negara ini dari ekonomi pedesaan menjadi industri perkotaan. Energi
dapat dipenuhi sendiri, Kanada memiliki cadangan gas alam yang banyak di pesisir
timur dan tiga provinsi barat, dan juga banyaknya sumber daya lain.
Kanada telah berhasil
menghindari resesi ekonomi setelah 2001 dan telah mempertahankan pertumbuhan
ekonomi yang terbaik di dalam grup G8. Dengan banyakanya sumber daya alam,
tenaga kerja trampil, dan pabrik kapital modern, Kanada menikmati prospek
ekonomi padat.
Peran pemerintahan
Kadana sangat kecil. Dalam kesehariannya, pemerintah tidak memberikan subsidi
subsidi dalam berbagai sektor seperti bbm, air, listrik, jadi semua harga
diseuaikan dengan pasar, apabila harus terjadi kenaikan harga, maka harga akan
naik tanpa harus ada campur tangan dari pemerintah.
Meskipun Kanada termasuk dalam 10
negara industri terbesar di dunia, Kanada tetap mengalami pertumbuhan yang luar
biasa dalam bidang teknologi tinggi dan industri jasa. Perekonomiannya semakin
beragam dan berdasarkan pada ilmu pengetahuan. Tidak lagi hanya mengandalkan
sumber alam, perekonomian Kanada juga tumbuh berkat inovasi dan teknologi.
Antara tahun 2002-2003, pendapatan kotor nasional (GDP) Kanada berkembang lebih
pesat dibandingkan negara G8 lainnya dan pendapatan juga menguat. GDP Kanada
berkembang 2,9% di tahun 2005. Pendapatan juga meningkat, suku bunga mencapai
level rendah dan inflasi tetap rendah dan stabil.
Kebanyakan industri pembuatan barang milik
Kanada berada di Ontario dan Quebec, di mana produksi kendaraan bermotor
merupakan sektor terbesar dalam industri ini. Sektor pembuatan barang lain yang
penting meliputi makanan dan minuman, kertas dan produksi sejenisnya, logam
dasar, logam buatan, petrokimia dan kimia.
Bagian Atlantik, Prairi dan Pasifik Kanada
mempunyai lebih banyak ekonomi berlandaskan sumber daya alami. Provinsi Pacific
fokus pada perikanan, kehutanan dan pertambangan, sedangkan provinsi Prairi
bergantung pada pertanian dan bahan bakar mineral. Sektor utama British
Columbia ialah kehutanan dan pertambangan, serta pariwisata.
Ekspor Utama: Kendaraan bermotor dan suku
cadangnya, mesin dan peralatan, produk teknologi tinggi, minyak, gas alam,
logam, serta produk kehutanan dan pertanian.
Impor Utama: Mesin dan peralatan industri
termasuk berbagai peralatan komunikasi dan elektronik, mobil dan suku cadang
kendaraan bermotor, bahan-bahan industri (biji logam, besi dan baja, logam
mulia, bahan kimia, plastik, kapas, wol dan bahan tekstil lainnya), berikut
berbagai produk pabrik dan makanan.
INVESTASI DAN PENANAMAN
MODAL DI KANADA
Mengapa Berinvestasi di
Kanada?
Inovasi + Stabilitas =
Profitabilitas
Jika Anda mencari
sebuah negara yang dinamis dan sejahtera di mana untuk berinvestasi, berinovasi,
tumbuh atau memperluas bisnis Anda di panggung dunia, Pikirkan Kanada!
Kanada menyambut
investasi bisnis asing dan menawarkan banyak keuntungan kompetitif:
Lingkungan bisnis ramah
Kanada adalah negara
terbaik di G-20 untuk melakukan bisnis, menurut Forbes dan Bloomberg dan akan
tetap demikian selama lima tahun ke depan, menurut EIU.
Sumber: Forbes,
Bloomberg dan Economist Intelligence Unit
Sebuah catatan
pertumbuhan yang kuat
Kanada memimpin semua
G-7 negara dalam pertumbuhan ekonomi selama dekade terakhir (2004-2013).
Sumber: Bank Dunia
Akses pasar yang tak
tertandingi
Setelah CETA mulai
berlaku, investor asing di Kanada akan meyakinkan akses khusus untuk kedua
NAFTA dan Uni Eropa - sebuah pasar yang dinamis dengan PDB gabungan US $ 38
triliun atau hampir setengah dari output dunia barang dan jasa.
Sumber: Bank Dunia
Tenaga kerja yang
berpendidikan tinggi
Tenaga kerja Kanada
adalah yang paling berpendidikan tinggi di antara anggota OECD, dengan setengah
dari penduduk usia kerja yang memiliki pendidikan tingkat tersier.
Sumber: Organisasi
untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan
Biaya pajak bisnis yang
rendah
Jumlah biaya pajak
bisnis di Kanada adalah jauh terendah dalam G-7 dan 46 persen lebih rendah
dibandingkan di Amerika Serikat.
Sumber: KPMG
Kompetitif R & D
lingkungan
Kanada menawarkan biaya
bisnis terendah di G-7 untuk R & D-intensif sektor, dengan 15,8 persen
keuntungan biaya atas Amerika Serikat.
Sumber: KPMG
Stabilitas keuangan
Untuk tahun
berturut-turut ketujuh, World Economic Forum telah menyatakan sistem perbankan
Kanada untuk menjadi sehat di dunia.
Sumber: World Economic
Forum
Tempat yang bagus untuk
berinvestasi, bekerja, dan hidup
Kanada adalah salah
satu negara yang paling multikultural di dunia, dengan universitas kelas dunia,
sistem perawatan kesehatan universal dan bersih dan ramah kota. Indeks
Kehidupan yang Lebih Baik OECD menunjukkan Kanada sebagai yang terbaik di G-7
dalam hal kondisi hidup secara keseluruhan dan kualitas hidup.
Sumber: Organisasi
untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan
Sumber :
1. Association Journal; Feb 15,2005; 172, 4;
ProQuest Science Journals
2. www.canadainternational.gc.ca
3. www.studycanada.ca
4. http://www.international.gc.ca/investors-investisseurs/advantage-avantage/advantage-avantage.aspx?lang=eng