Jumat, 19 Desember 2014

INTENSITAS HUJAN RENDAH, PETANI TERANCAM GAGAL PANEN



Sebagian petani di Kecamatan Baki dan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, telah menggunakan mesin pompa untuk mengairi sawahnya selama beberapa hari terakhir dimana umur padi sudah kisaran dua minggu sampai satu bulan. Ya, petani di daerah sana terpaksa menggunakan mesin pompa dikarenakan sudah lebih dari sepekan ini hujan tidak turun meskipun sdah memasuki musim penghujan sehingga pasokan air ke sawah amat minim.



Petani yang baru memasuki tahap tanam padi atau tandur dengn terpaksa harus memompa air dari sumur-sumur pantek yang dibuat di pinggir pinggir saawah. Salah satu warga disana juga mengatakan bahwa cuaca saat ini sulit untuk diperkirakan. Dimana untuk bulan Desember diperkirakan pasokan air akan melimpah ruah karena musim penghujan, nyatanya malah lebih dari sepekan tak kunjung turun hujan juga. Padahal air hujan itu amat diharapkan oleh petani disana untuk keperluan pengairan.



Sama halnya dengan apa yang terjadi di Kecamatan Cawas dan Karangdowo, Klaten. Para petani di daerah sana juga mengeluh minimnya pasokan air yang jauh berkurang dari sebelumnya. Padahal di Daerah Klaten, dari total luas lahan sawah yang mencapai 33.554 hektar, hanya sekitar 19.000 hektar yang terakses jaringan irigasi teknis. seluas 6.000 hektar saawah terakses irigasi setengah teknis dan selebihnya irigasi nonteknis. Dari irigasi yang ada itu, sekitar 40 persen saluran irigasi tersier.



Tak ada bedanya dengan petani yang ada di Kabupaten Magelang dan Temanggung. Kesulitan mendapatkan air, membuat para petani berlomba untuk mencari dan berebut air dari mata air bersama dengan para petani lainnya mengingat minimnya pasokan air dari irigasi. Apalagi mengandalkan hujan yang tak tentu.



Jika kondisinya seperti ini terus tanpa solusi, bukan tidak mungkin tanaman padi yang tak tercukupi air akan mati dan para petani akan mengalami gagal panen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar