Selasa, 25 November 2014

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN



AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang berkepentingan.

Fungsi Akuntansi

1. Mengidentifikasi peristiwa peristiwa ekonomi.
2. Mencatat peristiwa peristiwa ekonomi tersebut untuk menjadi alur aktivitas keuangan perusahaan.

3. Mengkomunikasikan hasil aktivitas pengidentifikasian dan pencatatan tersebut kepada pengguna     pengguna yang berkepentingan.

Pihak – Pihak Yang Berkepentingan Terhadap Akuntansi

 A. Pihak Intern
Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian (coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.
Pihak Internal : manager pemasaran, supervisor produksi, direktur keuangan, dan pejabat perusahaan.

B. Pihak Ekstern
Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut.Misalnya :
1. Pemilik/Investor
Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya.
2. Calon Investor
Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut atau tidak.
3. Kreditor
Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadikan oleh kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan ditambah atau ditarik pinjamannya.
4. Calon Kreditor
Bagi calon kreditor informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta memutuskan apakah perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak.
5. Pemerintah
Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai alat penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi peraturan atau tidak.
6. Karyawan perusahaan yang bersangkutan
Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang bersangkutan untuk kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat berguna untuk kemantapan kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan jaminan sosial karyawan.
7. Badan Perpajakan
8. Badan-badan pembuat peraturan
9. Pelanggan
10. Serikat Pekerja
11. Perencana Ekonomi


Prinsip – Prinsip Akuntansi

1. Prinsip Pengakuan PendapatanPersoalan penting yang dihadapi perusahaan adalah kapan pendapatan harus diakui.
2. Prinsip Penandingan, Dalam mengakui beban, pendekatan yang dipakai adalah biarkan beban mengikuti pendapatan. Beban diakui bukan pada saat upah dibayarkan, atau ketika pekerjaan dilakukan, atau pada saat produk diproduksi, tetapi ketika pekerjaan (jasa) atau produk secara actual memberikan kontribusi terhadap pendapatan. Jadi pengakuan beban berkaitan dengan pengakuan pendapatan.
3. Prinsip Pengungkapan PenuhDalam memutuskan informasi apa yang akan dilaporkan, praktek yang umum adalah menyediakan informasi yang mencukupi untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan pemakai. Prinsip ini sering disebut prinsip pengungkapan penuh mengakui bahwa sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan mencerminkan serangkaian trade-off
4. Prinsip BiayaPrinsip biaya menyatakan bahwa asset harus dicatat pada biayanya. Biaya digunakan karena biaya tersebut relevan dan andal. Biaya disebut relevan karena menunjukan harga yang dibayar, asset yang dikorbankan, dan kesepakatan yang dibuat pada tanggal perolehan. Biaya disebut andaal karena keterukuran yang efektif, berdasarkan fakta, dan dapat diverifikasi. Biaya juga merupakan hasil dari transaksi pertukaran. Biaya adalah dasar yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan.

Pengertian Laporan Keuangan
Laporan yang memberikan data keuangan yang relevan kepada manajemen, pemilik, maupun pihak pihak lain yang berkepentingan.

Isi Laporan Keuangan


1. Neraca : melaporkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.
2. Laporan laba rugi : menyajikan pendapat dan beban serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan selama suatu periode waktu tertentu.
3. Laporan kuitas pemilik : merangkum perubahan perubahan yang terjadi pada ekuitas pemilik selama suatu peride waktu tertentu.
4. Laporan arus kas : merangkum seluruh informasimengenai arus kas masuk dan arus kas keluar untuk periode waktu tertentu.

Bentuk Bentuk Neraca

1. Neraca Bentuk Staffel
Neraca Bentuk staffel adalah bentuk neraca yang disusun dengan menyusun kebawah dan melektakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debet kredit. Tabel neraca ini mirip dengan Model Jurnal Umum.





Neraca Laporan Keuangan Bentuk Staffel


2. Neraca Bentuk Scontro
Neraca Bentuk Scontro adalah neraca yang memisahkan antara Aktiva dan Vasiva pada posisi kanan dan kiri atau saling sebelah menyeblah
 
 
 


Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi yaitu laporan keuangan yang menyajikan pendapat dan beban serta laba bersih atau rugi bersih yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan selama periode waktu tertentu.

Bentuk Laporan Laba Rugi




Tujuan Laporan Keuangan
Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.


Sumber : Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel, Accounting Principles, Edisi 7, Salemba Empat, 2014

Senin, 24 November 2014

MANAJEMEN PRODUKSI

MANAJEMEN PRODUKSI 

 

MANAJEMEN PRODUKSI

1. PERKEMBANGAN MENEJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghsilkan barang dan jasa. Pesatnya perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor yang menunjang, yaitu :
1. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi 
2. Revolusi industri
3. Perkembangann alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer
4. Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antarmanusia, dan model keputusan.
A. Pembagian Kerja dan Spesialisasi
Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja. Agar produksi efektif dan efesien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaaan yang baik.
B. Revolusi Industri 
Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi di Inggris tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi, budaya,dan politik yang lebih luas.
Dampak perkembangan industrinya terlihat pada pengusaha yang memiliki modal besar. Kehidupan perdagangan terus meningkat, tetapi para pengusaha kecil dengan peralatan kerja kuno menjadi terdesak.
Perkembangan industri sebagai hasil revolusi terlihat pada : 
1. Bertambahnya penggunaan mesin 
2. Efesiensi produksi batu bara, besi, dan baja
3. Pembangunan jalan kereta api, alat transportasi, dan alat komunikasi lainya
4. Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
C. Perkembangan Alat dan Teknologi
Akhir-akhir ini manajer produksi banyak memberi perhatian pada perkembangan teknologi canggih. Terdapat perubahan yang drastis atau radikal dalam penggunaaan alat dan teknologi produksi seperti penggunaan robotik, alat perkantoran yang otomatis dan lain-lain. Pada banyak hal manajer produksi mengintregasikan teknologi canggih ini ke dalam bisnisnya.
D. Perkembangan ilmu dan metode kerja dalam era manajemen ilmiah
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan di temukanya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut : 
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah 
3. Pelatihan pekerja dengan metode baru
4. Pemanfaatan umpan balik dan pengeolaan atas proses kerja
2. PENGERTIAN MENEJEMEN PRODUKSI
Dalam pengertian ini ada 3 unsur yaitu adanya orang yang lebih dari satu, adanya tujuan yang ingin di capai dan orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tersebut.
Sedangkan organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen atau alat manajemen dalam mencapai tujuan.
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya berupa SDM,SDA dan sumber dana serta bahan secara efektif dan efisien.
3. PENGERTIAN PRODUKSI
Secara umum produksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan maasukan menjadi keluaran.
Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksudkan sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi atau setengah jadi, barang industri, suku cadang maupun komponen-komponen penunjang. Dengan pengertian ini produksi dimaksudkan sebagai kegiatan pengolahan dalam pabrik.
4. PROSES PRODUKSI
Proses produksi dapat di tinjau dari 2 segi, yaitu : 
1. Kelangsungan Hidup 
Produksi terus menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.
2. Produksi yang terputus-putus
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna merubah alat-alat, pengaturan kembali alat-alat,dan penyesuaian yang terus menerus.
5. FUNGSI SERTA SITEM PRODUKSI DAN OPERASI
a. Fungsi produksi dan operasi :
1. Proses pengolahan merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
2. Jasa-jasa penunjang 
3. Perencanaan
4. Pengendalian atau pengawasan
b. Sistem produksi dan operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu,  menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi pengeluaran.
Sumber :
M. Fuad, Chrisine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus YEF, Pengantar Bisnis, Gramedia, Jakarta, 2000

Sabtu, 22 November 2014

KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG



KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

Nilai Yang Akan Datang (Future Value)

Nilai yang akan datang menunjukkan besarnya nilai uang yang ada saat ini bila diproyeksikan ke masa mendatang. Nilai uang dimasa mendatang dapat berbeda dengan nilai uang di saat ini oleh karena beberapa hal.Sebagai contoh bila sejumlah uang ditabungkan di bank dengan bunga majemuk, atau sejumlah uang diinvestasikan pada berbagai proyek yang dapat memberikan kompensasi dalam presentase tertentu, maka di waktu yang akan datang nilai nominal uang tersebut tentu naik. Berikut diberikan ilustrasi tentang nilai yang akan datang.
Andaikan seseorang membeli surat berharga senilai 1000,- dan memperoleh bunga 10% per tahun. Berapakah yang akan diterimanya pada akhir tahun pertama?
Berikut formulanya :
Po        : Pokok, atau jumlah awal pada tahun ke 0 = 1000,-
r           : tingkat diskonto = tingkat bunga = 10%
Po*r     : bungan yang diperoleh
FV(r,n)    : nilai pada akhir tahun ke n dengan tigkat bunga r%
Maka untuk n = 1, FV(r,n) dapat dihitung sebagai berikut :
FV(R,1)  = Po + Po*r
            = Po (1+r)
Maka
FV(10%,1) = $ 1000 (1 + 0,1) = $ 1100

Nilai Searang ( Present Value)
Konsep nilai sekarang menyatakan besarnya nilai saat ini untuk uang yang kita terima atau kita bayar di masa yang akan datang. Konsep nilai sekarang ini merupakan kebalikan dari konsep nilai yang akan datang.
Nilai sekarang dapat dicari dengan formula sebagai berikut :
FV = P0 (1+r)n
P0 =         FV
            (1 +  r)n
Sebagai contoh, bila nilai uang pada akhir tahun ke satu dengan tingkat bunga 10% adalah 1100, maka nilai sekarangnya adalah :
P0 =            1100        = 1000
              (1 +  10%)1
Selain dengan cara di atas, nilai sekarang (Present Value Interest Factor / PVIf) dapat diperoleh dengan menggunakan tabel, melalui hubungan :
Po = FV x [PVIF(r,n)]

Nilai Masa Datang Dan Nilai Sekarang
Faktor bunga nilai sekarang PVIF(r,n)’ yaitu persamaan untuk diskontro dalam mencari nilai sekarng, merupakan kebalikan dari faktor bunga nilai masa depan  PVIF(r,n) untuk kombinasi r dan n yang sama. Dengan kata lain


Misalnya, karena faktor bunga nilai masa depan untuk 5 persen dalam jangka waktu 5 tahun adalah 1,2763 maka faktor bunga nilai sekarang untuk 5 persen dalam jangka waktu 5 tahun haruslah kebalikan dari 1.2763, yaitu :



Sifat hubungan resiprokal antara nilai sekarnag dan nilai masa depan memungkinkan kita mencari nilai sekarang dengan cara perkalian atau pembagian. Nilai sekarang dari $1000,- yang akan diterima setelah 5 tahun pada tarif diskonto 5 persen bisa dicari dengan :



Atau dengan :



Anuitas ( annuity)
Anuitas adalah serangkaian pembayaran dalam jumlah yang tetap untuk suatu jangka waktu tertentu.