Pada dasarnya,
pengangguran adalah suatu istilah yang diberikan kepada mereka yang dalam usia
produktif (usia kerja),tetapi tidak bekerja atau tidak memiliki
pekerjaan,sedang mencari pekerjaan, atau juga mereka yang bekerja kuran dari 2
hari dalam seminggu, bahkan mereka yang tidak memiliki pekerjaan yang layak
atau tetap.
Pengangguran bukan
merupakan hal baru di Indonesia.Hal ini merupakan cermin dari rancangan program
perekonomian suatu negara terhadap kesejahteraan suatu rakyatnya.Pengangguran
juga merupakan permasalahan yang sulit,buktinya dari tahun ke tahun dan sampai saat ini, jumlah penganguran di
Indonesia semakin bertambah dan terus bertambah akan tetapi tidak di imbangi
oleh luasnya lapangan kerja. . Hal ini menunjukkan bahwa
pembangunan ekonomi yang sudah ada tidak sanggup untuk menciptakan kesempatan
kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk yang makin
pesat. Sehingga sangat sulit untuk menemukan solusi yang tepat.
Berikut
factor-faktor yang menyebabkan
menyebarnya pengangguran.
1. Terbatasnya lapangan kerja sementara jumlah
penduduk semakin tinggi
Inilah faktor pertama
dari pengangguran. Jumlah penduduk di Indonesia yang semakin tinggi dan terus
meningkat,sementara lapangan kerja tidak mendukung, hal inilah yang menyebabkan
pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Hal ini terjadi karena jumlah
pertumbuhan penduduk berbanding terbalik dengan jumlah pertumbuhan lapangan
kerja atau kesempatan kerjaMengapa terjadi demikian? Banyak masyarakat
berpandangan bahwa ‘banyak anak banyak rizki’. Pemikiran inilah yang mendorong
masyarakat untuk memperbanyak anaknya tanpa ada kesadaran dari mereka bahwa
bertambahnya anak merupakan bertambahnya jumlah jiwa yang akan mempersempit
rumah yang menjadi twmpat tinggal mreka. Selain itu, anak juga merupakan beban
yang harus ditanggung nya hingga anak tersebut dewasa. Jika sudah demikian,
bagaimana solusinya? Solusinya adalah dengan melakukan sosialisasi terhaap
masyarakat tentang KB dengan program dua anak cukup.
2.Pendidikan dan keterampilan yang rendah.
Biaya pendidikan yang
mahal, mendorong orang tua kurang mampu untuk menghentikan kegiatan pendidikan
anaknya. Padahal pendidikan dan keterampilan
merupakan modal utama dalam usaha mencari kerja.Selain itu, anggapan
tetang ‘sarjana saja banyak yang menganggur’ membuat mereka berfikir untuk apa
melanjutkan pendidikan tinggi kalau nanti akhirnya juga menjadi seorang
pengangguran. Padahal merekalah yang berfikiran keliru. Dunia kerja memang
menuntut para pekerjanya mempunyai pendidikan dan kemampuan yang memadai. Jadi
seandainya ada sarjana yang menganggur,mungkin mereka memiliki keterampilan
yang rendah.
Bagaimana solusinya?
Solusinya yaitu dengna memberikan beasiswa kepada mereka yang tidak mampu agar
kelangsungan pendidikannya tetap berjalan.
3.Angkatan kerja tidak dapat memenuhi
persyaratan yang diminta dunia kerja.
Sama halnya dengan poin
kedua, ketidak terpenuhinya persyaratan yang diminta dunia kerja seperti
pendidikan dan keterampilan yang bagus hanya akan menambah jumlah pengangguran
di Indonesia. Bahkan tak jarang kompetensi pencari kerja yang tidak sesuai dengan pasar kerja. Misalnya,
banyaknya lulusan pertanian yang bekerja di perbankan, lulusan ekonomi kerja di
kehutanan, sehingga para masyarakat berpikir untuk memperoleh pekerjaan cukup
dengan jalan pintas yang menyebabkan kurangnya keterampilan bagi calon pekerja
karena tidak sesuai dengan posisi atau kemampuan yang dia miliki.
Solusinya adalah pemerintah
dan juga perusahaan-perusahaan besar harus menetapkan aturan-aturan tentang
rekrutmen pegawai sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, dan tidak asal-asalan
dalam merekrutmen pegawai atau pekerja. Karna seperti yang kita ketahui
biasanya di suatu perusahaan, rekrutmen pegawai dilakukan berdasarkan
kekerabatan atau adnya aliran darah dari pegawai yang satu dngan yang lain
tanpa melihat kualitas, bobot, ataupun keterampilan dari calon pegawai.
4. Teknologi yang semakin modern.
Kehadiran teknologi yang
begitu penting dalam membantu suatu kegiatan agar lebih cepat selesai, akurat,
efisien, dan biaya yang digunakan juga lebih sedikit, hal ini mendorong
perusahaan lebih memilih menggunakan teknologi dari pada merekrut tenaga kerja.
5.Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan
dengan menerapkan sistem pegawai kontrak (outsourcing).
Sistem inil juga
menimbulkan pengangguran musiman. Perusahaan menerapkan sistem tersebut karena
dinilai lebih menguntungkan mereka yang tidak dibebankan pada biaya tunjangan pegawai
dan biaya lain lain sehingga prusahaan lebih memiliki banyak keuntungan
6.Adanya pemutusan kerja dari perusahaan
Hal ini terjadi karena
perusahaan bangkrut, sehingga melakukan PHK terhadap semua karyawannya, atau
bisa juga karena mengurangi bidang usahanya sehingga terjadi pengurangan
karyawan
7.Pemulangan TKI ke Indonesia.
TKI yang bermasalah di
luar negeri sehingga harus di deportasi ke daerah asalnya tentunya hanya akan
menambah daftar panjang para penganggur di Indonesia. Padahal sebenarnya
diharapkan TKI tersebut dapat membantu pemerintah mengurangi jumlah
pengangguran di negeri ini dan menambah devisa Negara. Hal ini terjadi karena
kurangnya kontrol dari pihak-pihak yang mengurusi tentang TKI termasuk pegawai
transmigrasi, PJTKI yang tidak menempatkan para TKI pada tempat yang layak dan
tidak sesuai dengan kondisi dan kemampuan para TKI serta tidak sesuai dengan
yang dijanjikan kepada para TKI sebelum diberangkatkan.
8.Penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja
antar daerah tidak seimbang.
Jumlah angkatan kerja
disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di
daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat
mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain,.
Perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah yang lain dengan kapasitas
besar terkadang juga mengakibatkan pengangguran ke daerah tersebut. Karena
daerah tersebut tidak mampu untuk menampung jumlah tenaga kerja yang terlalu
banyak.
9. Rasa malas dan ketergantungan diri pada
orang lain.
Rasa malas dan
ketergantungan terhadap orang lain merupakan penyakityang amat sulit untuk
diobati sehingga membutuhkan kesadaran dari diri sendiri untuk
mengobatinya.Ketergantungan membuat mereka menggantungkan hidupnya dengan orang
lain tanpa mau berusaha untk memperoleh pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya
sendiri.
Lalu apa keterkaitannya
pengangguran dengan bisnis di Indonesia?
Pertama, jumlah
pengangguran yang tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini
dikarenakan, pengangguran tidak mempunyai pendapatan, sehigga menurunkan
pendapatan perkapita. Atau degan istilah lain, pengangguran bisa menyebabkan
pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah
daripada pendapatan yang seharusnya. Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai
oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
pengangguran juga akan
menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Hal
ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan
perekonomian menurun sehingga pendapatan
masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari
masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan
ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan
terus menurun.
Selanjutnya
pengangguran juga akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga
permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan
demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan
perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi
menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.
Dengan menurunnya
keinginan investor untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru,
menyebabkan dampak yang sangan buruk bagi pertumbuhan bisnis di
Indonesia.Bayangkan saja, penurunan investasi membuat kegiatan bisnis di
Indonesia tidak bisa berjalan maksimal, sehingga sulit untuk memajukan sektor
kegiatan bisnis tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar