HARGA
MINYAK MENTAH TURUN
Harga minyak mentah
kini berada di kisaran 50 dollar AS per barrel, turun 50 persen sejak Juni
2014.Walau harga minyak jatuh sampai 20 dollar AS per barrel, produksi minyak
mentah OPEC tak akan diturunkan, kata Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali
Al-Naimi saat wawancara dengan Middle East Economic Survey pada 21 Desember
2014. Menurutnya, harga minyak mentah dunia saat ini memang harga yang
seharusnya.
Analisis Bank Dunia,
keuntungan dari harga minyak yang turun bisa sangat besar bagi banyak negara
berkembang pengimpor minyak. Menurut Bank Dunia, penurunan harga minyak juga
akibat berkurangnya risiko geopolitik di negara-negara penghasil minyak. Alasan
lain yaitu menguatnya kurs Dollar AS. Hal ini berbanding terbalik dengan harga
minyak.
Bank Dunia juga
memperkirakan bahwa harga minyak dunia saat ini akan bertahan sepanjang 2015
dan baru mulai naik pada 2016. Inilah hal yang memberikan keuntungan ekonomis
bagi negara-negara importir minyak walau mengurangi keuntungan negara-negara
pengekspor minyak. Harga minyak yang turun membuat komoditas ini bukan lagi
investasi yang aman untuk menjaga nilai aset dalam denomisasi dollar AS.
Bagi importir minyak,
turunnya harga minyak mendorong pertumbuhan karena biaya produksi lebih rendah.
Harga minyak rendah akan menekan harga dan mengurangi tekanan inflasi, serta
tekanan pada anggaran negara dan perusahaan.
Selama ini harga minyak
tinggi mendorong banyak negar menaikkan subsidi yang membebani anggaran,
termasuk negara kita Indonesia. Berkurangnya
beban subsidi juga memungkinkan banyak negara memuluskan program pembangunan
dan dan melanjutkan reformasi struktural perekonomian. Dengan kata lain, dana
untuk subsidi minyak bisa dialihkan ke program pembangunan lainnya.
Referensi : Koran Kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar