Sabtu, 10 Januari 2015

HARGA MINYAK MENTAH TURUN



HARGA MINYAK MENTAH TURUN

Harga minyak mentah kini berada di kisaran 50 dollar AS per barrel, turun 50 persen sejak Juni 2014.Walau harga minyak jatuh sampai 20 dollar AS per barrel, produksi minyak mentah OPEC tak akan diturunkan, kata Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi saat wawancara dengan Middle East Economic Survey pada 21 Desember 2014. Menurutnya, harga minyak mentah dunia saat ini memang harga yang seharusnya.


Analisis Bank Dunia, keuntungan dari harga minyak yang turun bisa sangat besar bagi banyak negara berkembang pengimpor minyak. Menurut Bank Dunia, penurunan harga minyak juga akibat berkurangnya risiko geopolitik di negara-negara penghasil minyak. Alasan lain yaitu menguatnya kurs Dollar AS. Hal ini berbanding terbalik dengan harga minyak.


Bank Dunia juga memperkirakan bahwa harga minyak dunia saat ini akan bertahan sepanjang 2015 dan baru mulai naik pada 2016. Inilah hal yang memberikan keuntungan ekonomis bagi negara-negara importir minyak walau mengurangi keuntungan negara-negara pengekspor minyak. Harga minyak yang turun membuat komoditas ini bukan lagi investasi yang aman untuk menjaga nilai aset dalam denomisasi dollar AS.


Bagi importir minyak, turunnya harga minyak mendorong pertumbuhan karena biaya produksi lebih rendah. Harga minyak rendah akan menekan harga dan mengurangi tekanan inflasi, serta tekanan pada anggaran negara dan perusahaan.


Selama ini harga minyak tinggi mendorong banyak negar menaikkan subsidi yang membebani anggaran, termasuk negara kita Indonesia.  Berkurangnya beban subsidi juga memungkinkan banyak negara memuluskan program pembangunan dan dan melanjutkan reformasi struktural perekonomian. Dengan kata lain, dana untuk subsidi minyak bisa dialihkan ke program pembangunan lainnya.


Referensi : Koran Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar